Wednesday, April 6, 2011

Briptu Norman Kamaru, living legend

Akhir-akhir ini sedang ada berita hangat tentang seorang polisi di gorontalo yang nyanyi lagu India. Dimana ya pertama saya lihat cerita tentang video itu, oiya sepertinya di kaskus. Ah, paling video usil, begitu pikirku, dan akhirnya thread tentang video itu tidak saya buka.

Selang beberapa hari sepertinya pemberitaan makin heboh dan akhirnya rasa penasaran ini tidak lagi dapat dibendung apalagi setelah membaca tweet seorang teman, "Hahahahaha.baru liat video polisi yg nyanyi india cukup menghibur". Jadilah saya berakhir di depan laptop membuka youtube dan melihat kotak kecil hitam yang di tengahnya terdapat simbol bulet sedang muter-muter, rendering........ biar puas nontonnya dirender dulu videonya, maklumlah pakai speedy slowly... :D

Ternyata eh ternyata, video ini kocak abis! Sangat-sangat menghibur karena dapat membuat saya tertawa terus. Yang paling membuat saya takjub bukan karena jogednya yang aduhai, bukan pula karena wajah Briptu yang cukup tampan (maaf saya bukan maho!), namun karena fakta bahwa dia hafal lagu India itu dari awal sampai akhir! Luaaarrrr biasa...

Polisi ini benar-benar membuat citra saya terhadap polisi sedikit berubah. Maaf, selama ini saya kurang menaruh hormat terhadap polisi karena berbagai kasus yang sering diberitakan di media massa tentang institusi tersebut. Dan salah satu alasan lagi kita tidak suka terhadap polisi karena pernah kena tilang, ya kan? Hayo ngaku?! Selain itu sikapnya yang arogan di jalanan juga sering membuat orang sebal.

Pak polese, pak polese... (pakai gaya ngomongnya si dagink di motion radio)

Tidak lama bagi saya untuk menemukan video lanjutan dari video fenomenal tadi, yaitu video tentang Briptu yang dihukum untuk bernyanyi dan berjoged di depan rekan-rekannya. Apa??! Kenapa orang nyanyi dan joged harus dihukum? Bagaimanapun juga pak polisi juga manusia, punya rasa punya hati, dan mungkin mereka butuh hiburan di tengah kesibukan dan kejenuhannya, jika tak ada hiburan maka menghibur diri sendiri lah jalan keluarnya.

Hmmm... makin dipikir makin banyak yang aneh: mengapa SBY menyanyi tidak dihukum dan malah dijadikan soal masuk untuk ujian PNS? Mengapa polisi yang diduga berhubungan dengan kasus mafia pajak gayus susah sekali dihukum sedangkan Briptu langsung dihukum? Untung hukumannya cuma disuruh nyanyi di depan teman-temannya saja.

Daripada dihukum, saya lebih setuju pendapat pak Timur Pradopo, jadikan duta wisata polri saja pak. Siapa tahu citra polisi di masyarakat bisa sedikit terangkat. :))

That's it, thumbs up untuk Briptu Norman Kamaru! :D


Depok, 6 April 2010
sambil menunggu stata saya selesai run program ~ ~ ~
saare ishq ki chaaon chal chaiyya chaiyya...
saare ishq ki chaaon chal chaiyya chaiyyaaaaa.... *terngiang ngiang di kepala*

 

1 comment:

  1. setuju sekali mas, sangat menghibur dan citra polisi sedikit terangkat dengan adanya video briptu berbakat menyanyi india tersebut...

    Alexander zulkarnain

    ReplyDelete

What's on your mind? :)