Sunday, February 26, 2012

Segalanya Dimulai dari Diri Sendiri

Beberapa hari yang lalu saya merasa senang ketika saya melihat promo daily deal di kindle, kali ini buku yang sedang diskon adalah 7 Habits of Daily Effective People karya Stephen R. Covey. Sudah lama saya penasaran dengan buku ini, karena sempat booming bertahun-tahun yang lalu namun saya tidak peduli karena memang saya belum tertarik dengan buku semacam ini. Namun kali ini saya tidak ragu untuk membeli versi kindle buku tersebut, selain karena harganya yang sangat murah (hanya $0.99) juga karena saya merasa ada sesuatu yang perlu saya gali dari buku semacam ini. Saya ingin tahu dan sangat penasaran mengapa buku ini bisa menjadi best seller selama bertahun-tahun lamanya dan sampai saat ini tetap nangkring di top 100 kindle best selling books.


Setelah mendalami dan membaca bagian pertama dari buku tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk merangkum apa yang telah saya baca sebagai bagian dari internalisasi dan percepatan pemahaman dari apa yang telah saya baca. Saya jadi ingat kata pepatah, “Ilmu ibarat buruan dan tulisan adalah tali pengikatnya, oleh karena itu ikatlah ilmumu dengan menuliskannya". Begitu pula apa yang tertulis dalam akhir bagian satu buku ini: bahwa ketika belajar kita harus mengubah paradigma kita dari seorang pelajar menjadi seorang pengajar, yang dalam waktu kurang dari 48 jam harus mengajarkan apa yang telah dibacanya kepada orang lain, dengan begitu secara alami kita akan lebih memahami apa yang kita baca karena secara mental kita menyiapkannya untuk diajarkan kepada orang lain. Dalam hal ini, andaikata saya adalah seorang pengajar, maka saya akan menyiapkan bahan ajaran dengan cara merangkumnya.

Tuesday, February 21, 2012

Sekilas tentang Kindle dan Cara Membelinya di Indonesia (Updated)

Suatu ketika, seorang teman di kantor sedang membawa sebuah gadget unik. Sebuah kindle, alat pembaca buku digital dari situs jual beli Amazon. Awalnya reaksi saya biasa saja (hanya "oh, kindle") dan tidak tertarik karena di saat zaman komputer tablet seperti ini mengapa masih ada perangkat yang hanya bisa untuk membaca buku saja? Bandingkan jika kita membeli Galaxy Tab atau iPad, kita bisa melakukan lebih banyak hal, dan tentunya bisa untuk membaca buku juga. So, why wasting more money to buy such a thing?? Saya menjadi penasaran dengan gadget tersebut dan tak tahan untuk mencobanya juga. Setelah mengobrol dan mencari tahu apa kelebihan kindle, akhirnya saya menemukan jawabannya!

Saturday, July 16, 2011

Selain koruptor, jangan macem2 di stasiun depok baru

Stasiun Depok Baru

Seperti biasa, malam itu adalah malam yang hiruk pikuk bagi sebagian orang di Jakarta. Ditambah fakta bahwa malam itu adalah malam Sabtu, ketika kemacetan semakin merajalela di seluruh penjuru kota karena orang-orang ingin bersantai selepas lima hari kerja yang melelahkan. Walaupun saya tinggal di Depok, namun saya cukup beruntung karena ada sarana KRL (Kereta Rel Listrik) yang menghubungkan Jakarta-Depok tanpa perlu merasakan kemacetan yang semakin parah. Saya hanya menyebut cukup beruntung karena mungkin derita roker (rombongan kereta, sebutan gaul untuk para penumpang kereta) berada di level yang berbeda dengan derita pengguna jalan raya, artinya kami sama-sama butuh perjuangan lebih untuk sampai ke rumah dan beristirahat.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang hingga sampai ke stasiun depok baru, tempat saya biasa mendarat dari kereta, saya akhirnya bisa menghirup udara segaaarrrr.... Maklumlah, kereta yang saya tumpangi cuma judulnya saja yang kereta AC, ya maksudnya AC alam, hehe...

Belum sampai saya melangkah keluar stasiun melewati penjaga tiket, terdengar suara teriakan orang yang disambut dengan kalimat oleh sekerumun orang, "siapa tuh siapa? Tangkep!! hajar...!!". Suasana menjadi hiruk pikuk dan terlihat laki-laki berbadan besar memukul orang di dekatnya sembari berteriak, "Handphone gw mana?? Handphone gw mana??". Ternyata copet! Langsung saja, orang-orang berteriak tadi menyerbu ke arah copet itu, dan seketika itu juga copet itu dipukuli. Dengan bermodalkan kepalan tangan, bangku, kotak buah dari kayu, atau apapun yang bisa diraih disekitar tempat itu, orang-orang dengan semangat memukuli dan menyiksa copet itu. Copet tersebut semakin tak berdaya dan hanya bisa pasrah sembari terhuyung, mulai merasakan efek hantaman.

Wednesday, April 6, 2011

Briptu Norman Kamaru, living legend

Akhir-akhir ini sedang ada berita hangat tentang seorang polisi di gorontalo yang nyanyi lagu India. Dimana ya pertama saya lihat cerita tentang video itu, oiya sepertinya di kaskus. Ah, paling video usil, begitu pikirku, dan akhirnya thread tentang video itu tidak saya buka.

Selang beberapa hari sepertinya pemberitaan makin heboh dan akhirnya rasa penasaran ini tidak lagi dapat dibendung apalagi setelah membaca tweet seorang teman, "Hahahahaha.baru liat video polisi yg nyanyi india cukup menghibur". Jadilah saya berakhir di depan laptop membuka youtube dan melihat kotak kecil hitam yang di tengahnya terdapat simbol bulet sedang muter-muter, rendering........ biar puas nontonnya dirender dulu videonya, maklumlah pakai speedy slowly... :D

Ternyata eh ternyata, video ini kocak abis! Sangat-sangat menghibur karena dapat membuat saya tertawa terus. Yang paling membuat saya takjub bukan karena jogednya yang aduhai, bukan pula karena wajah Briptu yang cukup tampan (maaf saya bukan maho!), namun karena fakta bahwa dia hafal lagu India itu dari awal sampai akhir! Luaaarrrr biasa...

Polisi ini benar-benar membuat citra saya terhadap polisi sedikit berubah. Maaf, selama ini saya kurang menaruh hormat terhadap polisi karena berbagai kasus yang sering diberitakan di media massa tentang institusi tersebut. Dan salah satu alasan lagi kita tidak suka terhadap polisi karena pernah kena tilang, ya kan? Hayo ngaku?! Selain itu sikapnya yang arogan di jalanan juga sering membuat orang sebal.

Pak polese, pak polese... (pakai gaya ngomongnya si dagink di motion radio)

Tidak lama bagi saya untuk menemukan video lanjutan dari video fenomenal tadi, yaitu video tentang Briptu yang dihukum untuk bernyanyi dan berjoged di depan rekan-rekannya. Apa??! Kenapa orang nyanyi dan joged harus dihukum? Bagaimanapun juga pak polisi juga manusia, punya rasa punya hati, dan mungkin mereka butuh hiburan di tengah kesibukan dan kejenuhannya, jika tak ada hiburan maka menghibur diri sendiri lah jalan keluarnya.

Hmmm... makin dipikir makin banyak yang aneh: mengapa SBY menyanyi tidak dihukum dan malah dijadikan soal masuk untuk ujian PNS? Mengapa polisi yang diduga berhubungan dengan kasus mafia pajak gayus susah sekali dihukum sedangkan Briptu langsung dihukum? Untung hukumannya cuma disuruh nyanyi di depan teman-temannya saja.

Daripada dihukum, saya lebih setuju pendapat pak Timur Pradopo, jadikan duta wisata polri saja pak. Siapa tahu citra polisi di masyarakat bisa sedikit terangkat. :))

That's it, thumbs up untuk Briptu Norman Kamaru! :D


Depok, 6 April 2010
sambil menunggu stata saya selesai run program ~ ~ ~
saare ishq ki chaaon chal chaiyya chaiyya...
saare ishq ki chaaon chal chaiyya chaiyyaaaaa.... *terngiang ngiang di kepala*

 

Saturday, December 25, 2010

Eksotisme Batam, Kebijaksanaan Pulau Penyengat

 
Kepulauan Riau dari udara






Hamparan laut biru muda terbentang luas dan seringkali diselingi oleh pulau-pulau kecil dengan pantai putihnya, beberapa dengan hutan lebatnya, memberitahu saya bahwa sebentar lagi pesawat saya akan mendarat. Hantaman roda pesawat dengan landasan pacu bandara internasional Hang Nadim terdengar keras, dan semakin keras, saat pesawat berusaha sekuat tenaga untuk berhenti seakan menghindari benturan dengan tembok besar yang menghadang di depan, walaupun sebenarnya bandara ini memiliki landasan pacu yang paling panjang seantero Indonesia, bahkan lebih panjang daripada bandara Soekarno-Hatta. Semakin lama mesin jet pesawat menderu semakin pelan, menandakan bahwa seluruh penumpang sudah diperbolehkan untuk turun. Saya pun melaju menyusuri lorong panjang, disambut oleh beberapa reklame yang mengucapkan selamat datang di sebuah pulau terdekat dengan kawasan paling maju dan paling modern di asia tenggara.